Senin, 28 Desember 2009

Karakteristik Anak Indigo


1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.


Terdapat 4 macam anak indigo:

· Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh.

· Konseptual. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol suka mengontrol perilaku orang lain.

· Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

· Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya.


Ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

· Memiliki sensitivitas tinggi.

· Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan.

· Mudah sekali bosan.

· Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.

· Memiliki gaya belajar tertentu.

· Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.

· Suka bereksplorasi.

· Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.

· Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.

· Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.


Anak Indigo dan Sekolah

Meski anak-anak indigo memiliki skor IQ di atas 120, belum tentu mereka menjadi rangking satu di kelasnya. Hal ini biasanya bukan karena mereka tidak mengerti apa yang diajarkan guru, tetapi bisa jadi karena:

• Mereka tidak suka sistem pengajaran sekolah yang kurang memberikan kesempatan bagi murid untuk bertanya atau berpendapat.
• Mereka tidak menyukai guru yang tidak mengizinkan belajar atau menjawab soal dengan caranya sendiri.
• Mereka merasa tidak dimengerti oleh guru yang terlalu menghakimi.
• Mereka bosan terhadap pelajaran karena sudah mengerti apa yang diajarkan, lalu melamun atau melakukan hal lain yang dianggap guru sebagai kenakalan.
• Mereka merasa tidak memiliki teman di sekolah sehingga tidak bersemangat. Anak indigo yang tidak bersemangat tidak bisa berprestasi maksimal meskipun ia bisa.

Bila anak indigo gagal terlalu awal dalam mengerjakan sesuatu, ia akan mudah frustasi lalu menyerah. Misalnya bila pada bab pertama pelajaran matematika ia tidak paham, ia langsung menyimpulkan ia tak bisa matematika.

“Anak indigo sulit bersosialisasi dengan masyarakat yang otoriter dan kaku. Hal ini dapat menimbulkan konflik dengan orang tua dan keengganan untuk sekolah sehingga dianggap antisosial,” ujar Dr. Erwin

Di Amerika Serikat, di mana sekolah di rumah (homeschooling) lazim dilakukan, pendidikan anak-anak indigo bisa difasilitasi. Dengan homeschooling, anak, orang tua, dan guru dapat membuat kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat si anak. Di Indonesia, Anda bisa memilih sekolah yang memiliki sistem yang lebih modern dengan kurikulum nasional plus internasional. Biasanya sekolah-sekolah ini lebih demokratis tetapi tetap memiliki disiplin tinggi. Misalnya pada salah satu SMU nasional plus di Jakarta, para muridlah yang mendiskusikan peraturan sekolah yang harus diterapkan. Hal ini dapat membuat murid disiplin tanpa perlu merasa terkekang dalam otoritas para guru.

Gue banget nih ! haha :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar