Selasa, 22 Juni 2010

The Greatest of our Mommyc :)

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.

Kini giliran diciptakan para ibu.

Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut:

"Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk

menciptakan ibu ini?"

Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat

perincian yang harus dikerjakan?

01) Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi

bukan dari plastik.

02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas

dan tidak cepat capai.

03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan

makanan seadanya.

04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan

05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang

keseleo

06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah,

dan

07) enam pasang tangan!! --- Malaikat itu menggeleng

gelengkan kepalanya: Enam pasang tangan....? tsk tsk

tsk" --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan

Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini,

mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan

08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang

ibu" "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.

Tuhan mengangguk angguk. "Sepasang mata yang dapat

menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:

"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?",

padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.

"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang

kepalanya,sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa

menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya

tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk

menatap lembut seoranganak yang mengakui

kekeliruannya. Mata itu harus berkata: "Saya mengerti

dan saya sayang

padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.

"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya

tidak dapat, Saya sudah hampir selesai."

09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia

sakit.

10) Ia harus bisa memberi makan 6 oran dengan satu

setengah ons daging

11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi

pada saat anak itu tidak ingin mandi......

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan

perlahan.

"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.

"Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat.

"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa

ia tanggung, pikul dan derita."

"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.

"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat

memberi gagasan, idea dan berkompromi", kata Sang

Pencipta.

Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi,

"Eh, ada kebocoran di sini"

"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan.

"Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata

kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan,

air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata....,

air mata...."

"Tuhan memang ahlinya....", Malaikat berkata pelan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar