Jumat, 10 September 2010

Goodbye....



Di sudut jalan yang sering kau lalui, setiap hari ku petik gitarku
Aku nyanyikan lagu senandung rindu dari kalbu
Meski setiap pasang mata yang lewat, melihat kepadaku.. aku tak peduli
Airmataku mengalir kembali..
Ku sadar, kini "Aku masih benar-benar merindukanmu..."

Pulanglah... temui aku disini..
Yang bisa kulakukan, hanyalah bernyanyi di sudut jalan ini..
Dari mulainya terbit matahari, dan tenggelamnya ia..
Tak henti kedua bola mataku, Mencari-cari tubuhmu diantara puluhan orang yang lewat setiap harinya
Sepuluh tahun lamanya, bersama gitar yang tlah usang
Aku masih berharap dan berdoa dapat bertemu kembali padamu..

Aku hanyalah gadis biasa.. yang tak memiliki hal-hal yang luar biasa
namun aku memiliki CINTA.. yang cukup untuk membuatmu tinggal disisiku
Dapatkah kau merasakan...??
Hampanya aliran darah dalam nadiku ? menahan nafas dan terbujur diam di dalam ke-HAMPAANku ??

Lampu-lampu jalananlah, yang menerangi sisiku yang gelap
dan suara-suara jangkrik telah menjadi teman
Hujan menjadi penyejukku, dan matahari menjadi penghangatku..
Dinginnya salju, tak mengalahkan semangatku untuk dapat bertemu denganmu
Langit tempatku menatap, agar airmata tak selalu jatuh...


TERLALU bodohkah aku untuk selalu menantikanmu??
padahal Kau telah pergi meninggalkanku, tanpa meninggalkan sepatah katapun..!
Pergi dan menjauh dariku dan hidupku..!!
Kau telah lepas dari genggamanku..
Kini aku mengejarmu, bagai balon yang terbang tinggi ke angkasa
MUNGKINKAH bagiku, untuk meraih BALON itu kembali ??

Apa sekarang waktunya telah cukup untuk mengatakan SELAMAT TINGGAL ?!
Untuk penantianku 10 tahun lamanya yang ujungnya tetaplah sia-sia ?
Apa aku harus menunggumu sampai akhir dari nafasku?
dapatkah kau menemuiku, di akhir-akhir hidupku nanti? ataukah hasilnya sama saja??

Aku menarik nafas, dam membuangnya dengan berat. Ragaku telah letih.. meski jiwaku selalu berseru memanggil dirimu. Empat musim selama 10 tahun, telah aku lewati di jalan ini. Aku meletakkan gitar yang telah usang, tepat di bawah lampu jalanan, Tersenyum kecil ke arahnya, "Terima kasih telah menemaniku selama ini.. aku akan meninggalkanmu di bawah lampu yang indah ini.. tetaplah disini ya.. kau adalah gitar miliknya, semua kepunyaan serta kenangan bersamanya.. harus ku tinggal disini.."
Aku pun berjalan pulang ke rumahku tanpa menoleh sedikitpun ke belakangku..
"Selamat tinggal...."

rachelsitumorang.©Copyright.mac.2010.Chelzcoentertaiment™

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar