Kamis, 25 November 2010

Letter from Heaven part III


dear mom and dad,

Pa.. ma.. Dylan udah bahagiaa banget sekarang... :D . Malam itu, Dylan dijemput sama seorang wanita bercahaya putih.. cantik sekali.. Ia mengadahkan tangannya ke arah Dylan, dan Dylan sambut.. rasanya damai sekali, ma.. :D

Papa sama Mama, jangan menangis lagi ya.. karena sekarang Dylan sudah bahagia disini.. Tempat Dylan berada sekarang, benar-benar tempat yang luar biasa indah. Disini semua orang-orang tertawa bahagia.. hewan-hewan buas, begitu bebas berkeliaran.. dan kalian tahu, MEREKA sangat JINAK ! padahal, papa dan mama katakan.. Singa dan harimau itu hewan buas.. hehehe.

Disini suasananya benar-benar damai, ma..pa.. pepohonan yang masih rimbun , sungai-sungai yang mengalir deras dan begitu jernih.. kicauan burung-burung yang bewarna-warni.. pelangi bersama bintang dan bulan... Dylan sampai tak tahu lagi menceritakan, bagaimana bahagianya Dylan berada disini.. :D

Hmm.. Dylan menulis surat ini, bersama seorang sosok yang begitu Mulia.. Sosok Terhebat yang sering diceritakan di gereja oleh pendeta. Sewaktu Dylan datang, di pintu gerbang surga .. lamngit terbuka begitu lebar dan menakjubkan ! TUHAN YESUS telah berdiri dan langsung memeluk Dylan.. :D. Lalu Dylan duduk di pangkuan-Nya.. kemudian tangan-Nya membimbing tangan Dylan untuk menulis surat ini...

Bapa itu sangat baik, pa..ma.. Semua orang yang berada disini tak berhenti untuk mendendangkan lagu-lagu pujian buat Bapa.. Puji Syukur serta sukacita yang tak berkesudahan.. Tuhan Yesus Kristus, Allah Bapa yang luar biasa... :D

Dylan tak pernah menangis lagi.. airmata dan semua luka dalam hati Dylan dijamah oleh-Nya.. pelukan-Nya merupakan tempat terindah untuk melepaskan segala penat dan beban yang telah selama ini Dylan pendam...

Selama ini, Dylan kira Tuhan itu jahat dan tidak sayang sama Dylan.. karena Dylan merasa beban yang Dylan pikul begitu berat.. ternyata, Dylan salah besar... TUHAN YESUS itu sungguh baik.. IA baru memberi tahu segalanya pada Dylan... begini.. :

"Apakah kau bahagia, anakku karena kau sekarang berada di tempat ini ?". tanya Bapa yang usai berjalan-jalan keliling kemudian meghampiri Dylan dan duduk disamping Dylan yang sedang di tepi sungai.

"Bapa..". Dylan tersenyum sumringah. "Ya, Bapa.. Dylan sangat bahagia, Bapa.. sungguh damai rasanya...".

Bapa tersenyum dan membuka pangkuan-Nya untuk Dylan, "Kemarilah, Anakku..". Kemudian Bapa membelai-belai rambut Dylan. Sungguh nyaman berada di pangkuan-Nya. "Aku tahu... Aku tahu semua masalah yang kau hadapi selama hidupmu.. airmata-airmata yang telah banyak terjatuh, kepahitan hidup.. kepedihan hati... rasa dendam.. sakit yang engkau simpan di dalam hatimu.. ".

Airmata Dylan menetes dari kedua sudut matanya. Bapa menyentuh wajah Dylan, dan menghapus lembut airmata itu. "Namun tahukah kau, anakku.. Aku bukanlah Bapa yang begitu kejam, sehingga kau selalu merasa bahwa beban hidupmu yang paling memerihkan jiwamu.. NAMUN, Aku memberimu banyak pelajaran hidup karena Aku ingin membentuk karaktermu, agar kau menjadi jiwa yang terbaik.. tak semua orang, Aku berikan hal seperti ini.. karena Aku tahu.. mereka TAKKAN MAMPU.... semua yang telah Aku berikan, pasti akan berguna bagi Kehidupanmu kelak.. Aku selalu mendengar doa-doa yang kau panjatkan.. jeritan hatimu.. Aku tak pernah menutup telingaKu untukmu.. Aku hanya ingin engkau belajar BERSABAR dan TEGAR.. lalu melihatmu.. APAKAH ENGKAU MASIH MEMANGGILKU...".

Dylan menangis dan memeluk erat Bapa, "Maafkan aku, Bapa...".

Bapa tersenyum, "AKu tahu hatimu begitu Tegar, nak... Aku tahu dan sangat mengenal hati dan dirimu... sejak engkau cikal bakal, bahkan namamu sudah termaterai di telapak tanganKu .. Jadi, Janganlah Engkau sekalipun takut apapun di dunia ini.. sebab AKU SELALU MENYERTAIMU..

meski seluruh dunia menjauhimu.. masalah-masalah mengelilingimu.. TanganKu takkan pernah Kulepaskan dari genggamanmu.. karena AKU TAKKAN SAMPAI MEMBIARKANMU, JATUH TERGELETAK diatas tanah... Aku hanya sedang membentuk Karaktermu.. agar kau bisa mengajari orang lain.. untuk bisa TEGAR sepertimu.. Oke, Dylan..??". Bapa memandang wajah Dylan dengan senyuman lebar. "Sekarang kau harus berjanji padaKu , untuk selalu tersenyum.. karena disini takkan ada lagi airmata kesedihan.. Bersukacitalah.. karena apa yang engkau alami selama Engkau hidup.. sudah sangat cukup.. Aku Bangga melihatmu, anakku...". :)

"Hehe... iya, Bapa... Dylan berjanji.. Terima kasih, Bapa.. karena Engkau telah memberitahu segalanya...".

"Give me five..".

Dylan membalas dengan tos-an tangannya pada Bapa, lalu tertawa bersama.

"Eh.. tapi Bapa.. bagaimana dengan orang tuaku?? Sahabat-sahabatku.. kekasihku.. Dylan selalu mendengar suara tangisan mereka di telinga Dylan.. sepertinya mereka merasa kehilangan.. Dylan pikir, mereka takkan menangisi Dylan.. karena Dylan tak berarti apa-apa...".

Bapa tersenyum lagi, "Dylan.. itulah kan.. karena kau begitu sedih, sehingga kau menutup semua pandanganmu dari orang-orang disekitarmu.. kau tak lagi mampu melihat masih ada orang-orang yang mengasihimu.. ADA.. mereka ada, Dylan.. meski orangtuamu seperti itu, lihatlah.. mereka juga jatuhkan airmata untuk kepergianmu, nak.. terlebih juga sahabat dan kekasihmu... Aku membuat segala sesuatunya itu SEIMBANG... semua telah kuperinci secara detail dan sempurna.. jadi tak satupun dari rancanganKu, rancangan Kegagalan dan kehancuran... melainkan Rancangan yang Indah dan penuh Pengharapan... Kau berharga , Anakku.. sungguh Berharga.. tak satupun manusia, berhak menghancurkanmu.. Kau anak yang sangat Ku-kasihi... jadi kau tak boleh berkata seperti itu lagi ya...".

Dylan mengangguk mengerti, "Terima kasih lagi dan sungguh Dylan berterima kasih... :D, Dylan itu KUAT dan Berharga..!!". seru Dylan semangat.

Bapa mengacak lembut rambut Dylan, "Itulah , Anakku...!". Bapa mengedipkan satu matanya.

"Hehehehehe....". tawa Dylan.

Nah.. Sekarang Dylan mampu mengerti semuanya.. Segala sesuatunya itu Indah.. meskipun kita merasa sudah sangat berat , lelah dan membosankan.. Terima kasih ma , pa.. Dylan sekarang mengerti.. terutama papa.. terima kasih , pa..

Terima kasih juga buat orang-orang yang pernah menyakiti Dylan.. tanpa kalian, Dylan mungkin takkan dapat pelajaran yang berharga..

Terima kasih buat kehidupan, yang telah banyak mengajarkan aku segalanya... semuanya agar aku tetap Berpegang Teguh pada Bapa di Surga... (^_^)

Sekian surat Dari Dylan ya , ma .. pa.. sampaikan salam Dylan buat semuanya.. buat Alex, adikku yang sangat keras kepala itu xD , sahabat-sahabat baik Dylan.. dan buat kekasih Dylan juga.. hahahaha... kalau Dia cari yang baru, suruh kabarin Dylan ya, ma dan pa... :p

Sampaiiii jumpaaaaaaa...........!

I love you, all..... <3

With Love, Anakmu...

Dylan :)

rachelsitumorang.©copyright.mac.2010.Chelzco Entertaiment.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar