Senin, 20 Desember 2010

Besi yang bengkok

This is the BROKEN , I know that i can fix it on my own... but remember, GOD HEALS!
"Barusan aku merusakkan meja hahahaha. Kaki tempatku bertumpu saat bermain komputer, besinya bengkok karena aku tekan kuat-kuat dengan kakiku. Putus sekali dari tempatnya, aku coba masukkan lagi.. terus aku pijak lagi.. akhirnya bengkok, tidak bisa diluruskan lagi dan terbuang..."

Pelajaran yang bisa aku ambil adalah besi yang bengkok itu sama seperti jiwa seseorang yang menjalani kehidupan. Pijakan itu adalah masalah-masalah dalam hidup dan yang hanya bisa meluruskan sampai mulus seperti semula adalah TUHAN. Usahamu hanya sia-sia, serahkan pada Tuhan yang dapat memulihkan segala sesuatu dan membuat segalanya baru. Syukurlah kalau Allah kita adalah Pribadi yang dekat dengan orang yang remuk hati, terluka dan yang hilang.

Ketika satu luka menggores di hati maka selamanya akan disana bekasnya. Sama seperti besi yang pernah bengkok itu. Bagaimanapun kau coba untuk meluruskannya, mungkin akan kelihatan lurus tapi coba lihat lebih jelas, lekukan bengkok itu takkan bisa kau buat seperti semula saat kau lihat pertama kali. Selamanya disana... menjadi sebuah tanda.

Kita sering melakukan ini terhadap orang lain, melakukannya berkali-kali bahkan tanpa disadari. Melalui perkataan kita yang kritis, sembrono dan kasar atau melalui perbuatan kita yang semena-mena. Orang yang terluka cenderung selalu melukai orang lain meskipun dia tidak mau! Mungkin hatinya baik tapi dia sedang terluka! Ibarat di hatinya tertancap sebuah pisau tajam yang belum dibereskannya sehingga orang-orang yang berada di sekelilingnya pun ikut terhujam pisau. Firman Tuhan bilang apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan seseorang tersebut. Tidak semua perkataan harus dikeluarkan, filter dan taste dulu kata-katamu sendiri dalam mulutmu... kalau pahit jangan biarkan orang rasakan kepahitanmu juga.

Serahkan hatimu yang penuh luka, skar, jahitan sama TUHAN. Jangan biarkan orang terluka oleh kita. Bereskan hati dalam doa, datang sama Tuhan. Lepaskanlah pengampunan untuk semua yang sudah melukaimu, yang datang dan pergi seenaknya, apapun itu.... biar Roh-Nya menolongmu bebas sehingga kau dapat merasakan hidup yang sesungguhnya!

Hati yang terluka akan menjadikan mulut yang melukai hati orang lain juga.
Perhatikan hatimu... karena dari sanalah terpancar kehidupan yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar