Kamis, 16 Desember 2010

Untuk sebuah Maaf dan Aku yang sebenarnya



Kalau aku benci... sekalipun wajahku berusaha untuk tersenyum terhadap orang yang aku benci, HATIKU tetap gak bisa !! aku gak akan bisa menahan senyuman itu untuk seterusnya.. lebih baik, aku pergi dan tidak melihat wajahnya.. hingga kebencian itu dapat pudar dengan sendirinya...

Sekali hati akan terluka, sangat susah untuk mengobatinya...
dan KITA takkan pernah jadi orang yang sama lagi terhadapnya.... tidak bisa seperti yang dahulu lagi..

Seratus kali maaf masih dapat kuberikan, tapi jika kau menyakitiku seribu kali lebih banyak.. masih bisakah kau pikir, aku menerima itu semua ??. Aku memang baik, tapi aku bukan MALAIKAT !!

Perasaan itu sudah terluka selalu oleh hal yang sama.... ibarat kau menumbuk daun ubi di gilingan.. kau tumbuk berkali-kali... sampai akhirnya LUMAT dan tak berbentuk.
bisakah kau bentuk kembali seperti bentuk semula ???


Bukan aku orang yang berhati KEJAM dan TEGA, yang tak tersentuh melihat ketika kau meminta maaf padaku, yang menutup mata ketika kau melihat ke arahku... tapi , tahukah kau.. aku orangnya PEMENDAM....???
AKU BUKAN HANYA SAJA MARAH PADAMU, KARENA HAL YANG TERJADI 5 MENIT YANG LALU, 1 JAM YANG LALU, SEMALAM.. KEMARIN.. TAPI BISA HAL YANG SUDAH TERJADI SAMPAI 5 TAHUN SEBELUMNYA....!!
berusaha ada maaf.. tapi batas kesabaranku juga ada.. karena tetaplah aku manusia biasa...

Sekalipun KAU benar-benar membenci seseorang dalam hidupmu, pasti masih ada sedikit celah pengasihan , celah pemaafan..

Aku percaya itu... tapi ingatlah... semua itu takkan pernah sama.. itulah sebabnya kita diberi Tuhan mulut satu saja.. agar kita lebih banyak diam .  

Jaga setiap perkataan yang akan kau keluarkan dari mulutmu.. karema suatu saat itu bisa saja jadi Bumerang untukmu..
Luka oleh perkataan jauh lebih menyakitkan...



Aku tak bisa menjadi seseorang yang bermuka manis diluar dan meratap di dalam..
Aku tak bisa berusaha terlalu kuat di hadapan orang-orang, agar aku tak dikatakan LEMAH...
Aku tak bisa pura-pura memaafkan, padahal hatiku belum seutuhnya pulih dari sakit yang pernah tertoreh..
Aku tak bisa menahan airmataku dan mencoba tertawa bersama teman-temanku... raut kesedihan itu akan tampak, sekuat apapun aku menutupnya..
Aku tak bisa berusaha terlihat sebiasa mungkin, padahal jelas-jelas aku sedang marah dan gak suka dengan seseorang...
Aku tak bisa berpura-pura tak mendengar dan melihat ketika seseorang sedang terluka dan menangis (termasuk musuh bebuyutan). 
AKU TAK BISA BERUSAHA MELUPAKAN SEMUA MASALAH DAN MENGANGGAP ITU SEMUA HILANG DARI INGATAN...

Aku tak bisa ber-PURA-PURA... 
agar diriku disukai oleh orang-orang tapi bukan KARENA AKU SENDIRI..


aku bisa memakai TOPENG untuk menipu dan membodohi  semua orang...  tapi aku takkan pernah bisa membodohi hatiku...

jika memang sakit, ya sakit.. bahagia ya bahagia.. :) . Akan ada dimana hari aku menangis sejadinya.. dan akan ada dimana hari aku tertawa begitu lepas..
tapi, akhirnya kepura-puraan itu bisa hadir, ketika seseorang memberikan aku sesuatu. karena aku Berusaha menjaga hatinya dengan Menghargai pemberiannya, meghargai usahanya..  :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar