Kamis, 18 Agustus 2011

Keep your TONGUE !

   
Kapal-kapal yang begitu besar dan megah dikendalikan oleh satu alat kemudi yang sangatlah kecil dibandingkan kemegahan kapal itu.  Sebuah ledakan bom yang begitu dahsyat hanya dikendalikan oleh sebuah tombol di remote control yang kecil. Sebuah hutan bisa terbakar habis seluruhnya oleh karena sebekas puntung rokok dan ; Seorang manusia dengan segala aspek kehidupannya, setiap perkataan yang membangun atau membunuh ditentukan oleh Lidahnya. 

Sadar tidak, setiap hari kita sudah menjadi seorang PEMBUNUH? Bicara itu memang mudah, semudah membuka mulut dan mengeluarkan kata-kata tanpa perlu MEMBAYAR. Mungkin, kalau bicara itu bayar $5 per/ kalimat, (kecuali untuk pemberitaan INJIL) aku rasa semua orang mulai belajar berpikir kata-kata apa yang hendak dikeluarkan. Trust me, DUNIA PASTI JAUH LEBIH DAMAI. 

Lidah hanya sebuah media penyampaian dari hati dan otakmu. Dari lidah juga, orang dapat mengetahui siapa dirimu. Dari segala kualitas perkataanmu tercermin seperti apa hatimu dan pikiranmu.  Kalian tahu ketajaman sebuah lidah yang tak bertulang itu? 

Coba ucapkan sebuah makian/ sindirian/ hinaan yang ‘indah’ pada seseorang.



Contoh : seseorang yang baru selesai bernyanyi, turun dari panggung dan duduk disampingmu. Katakan padanya, “Wah, suaramu indah seperti pengusir burung-burung di persawahan. Bagaimana bisa kau layak naik ke atas panggung itu?”. 
  
Kata-katamu itu akan langsung menusuk jantungnya, meracuni pikirannya dan menghentikan harapannya sampai 20 tahun ke depan. Kau telah membuat seseorang mengalami kematian kecil di kehidupannya. Kehilangan semangat menyanyi, bahkan mungkin meninggalkan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan menyanyi. Tanpa kau sadari !! 

Kau bisa saja lupa dengan apa yang dikeluarkan mulutmu itu, tapi untuk orang yang mendengar perkataanmu, seumur hidupnya bahkan dia bisa mengingatnya. Itu salah satu penyebab, kenapa pembunuhan berencana banyak terjadi. Apa salah satu pemicunya? DENDAM. Dendam itu darimana? Bisa saja dari perkataanmu yang sungguh menyakiti seseorang, misalnya pada waktu kau duduk di bangku SMA kemudian dia membalasnya ketika kau sudah menikah. Yaah, entah dia membunuh seluruh keluargamu atau merusak kebahagianmu. Kemudian kau berpikir, “Tuhan apakah kesalahan yang aku perbuat? Aku sudah berubah menjadi yang lebih baik, tapi kenapa ini terjadi pada keluargaku??”. Nah, Apa kau lupa ? kau sudah lupa kan? Itu sebabnya, meskipun hanya sekedar BERCANDA, tetap jaga lidahmu! Semua emang kelihatan SEPELE.
Tapi coba ucapkan pujian/ saran yang bijak untuk dia. 
Contoh : "Hei kawan, suaramu indah! hanya perlu sedikit pembelajaran tentang improvisasinya saja. Tetaplah berlatih, suatu saat nanti kau pasti menjadi seorang penyanyi yang hebat!". (menepuk pundaknya lembut) 
Yakinlah, kata-katamu itu memang sederhana, tapi bagi orang yang kau tujukan itu sesuatu yang sangat luar biasa. Kau telah menambah semangat hidupnya sampai dia tua. Dia akan memgingat perkataanmu ketika dia down dan merasa ditinggalkan.
Untuk para orangtua juga, tolong dijaga perkataannya. Kalian yang terdekat, sedarah, serumah dengan anak-anakmu. Orang tua ini kadang suka-sukanya juga bicara dan membuat mental anaknya DOWN. Entah maksud mereka agar memicu semangat si anak untuk bersaing atau apalah, tapi karakter orang kan berbeda-beda. Sekalipun dia anakmu, jiwanya bukan jiwamu. Jangan pernah katakan anakmu itu BODOH. Jika kau terus mengatakan seperti itu, jadilah anakmu bodoh seperti yang selalu kau katakan. Juga jangan katakan anakmu, anak yang tak berguna, anak yang menyusahkan orangtuanya saja, anak yang menyesal untuk dilahirkan, anak t**k, dan masih banyak lagi. Jika tak bisa ibu/bapak ajak bicara baik-baik, beri peringatan.. enggak bisa juga? lebih baik ambil sapu pukul kakinya daripada membunuh mental mereka dari kata-kata.
Manusia dapat menjinakkan binatang-binatang buas, tapi siapa yang dapat MENJINAKKAN lidah? Lidah sendiri dinyalakan oleh API NERAKA. Sudah sadar akan betapa kebuasan sebuah lidah? Ia dapat terlihat jika kau membuka mulutmu. Kelihatannya memang lembek dan lemah tapi sekali bereaksi mematikan jiwa seseorang. 

Dengan lidah kita dapat mengeluarkan perkataan berkat dan juga kutuk. Orang yang bijak, mengerti dimana saatnya berbicara, menjaga perkataan dan menutup mulutnya. Lebih baik kau membunuh dengan pistol daripada dengan kata-kata. 
Aku juga sering menjadi korban lidah. Begitu sakit rasanya setiap kali otakku memutar-mutar setiap perkataan mereka. Mereka telah banyak membuat kematian-kematian kecil dalam hidupku. Aku masih ingat dengan JELAS siapa-siapa saja yang pernah merendahkan aku dengan LIDAHNYA yang tak seberapa itu. Itu benar-benar merubah cara pandang hidupku bahkan melihat diriku sendiri di cermin. TAPI bersyukurlah kalian, aku sudah menjadikan Tuhan Yesus teladanku. Kalau tidak, suatu saat nanti kalian pasti mati ditanganku semua. Hahaha.. Kalian pikir ini bercanda? 
rachelsitumorang©copyright.mac.2011.chelzcoentertaiment.UDD 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar