Selasa, 20 September 2011

Saran buat para calon "Jurusan Kedokteran"


Waktu zaman kuliah, zaman abege.. aku mendengar curhatan dari salah satu dosen mudah di kampusku,  dr. JS di suatu ruang tutorial tentang susahnya kedokteran ini. Seketika rasanya dia sedang menguatkan penolakan dalam batinku, aku mau berhenti kuliah dan ambil jurusan sutradara! Harapanku seperti layangan terputus tak tergapai. SIAPA YANG SURUH AKU KEDOKTERAAAN?!! udah otak pas-pas, di gas belajar keras pun mentok-mentok segitu. (yah, aku tahu otakku tapi aku juga tahu dengan Siapa aku berjalan, The Keeper of the Heaven and Earth). Namun mengetahui orangtuaku lebih galak daripada Hitler, aku mengundurkan niat untuk keluar dan menguburnya ke dalam samudera atlantik. *dramatis*

Biar adek-adek tahu *sok tua*, gimana hidup mahasiswa FK zaman sekarang emang kebanyakan yang seperti ini:
Anak FK di mata masyarakat umum HAHAHAHA, mumet banget soalnya. Belum lagi kalau udah masuk masa koas/koskap/kepaniteraan klinik ya. Buset kalau itu nggak tahu lagi gregetnya gimana. Digiling, diinjak, diputer-puter,digulung, semua deh.

Saranku ya buat adek-adek yang mau mengambil jurusan kedokteran, PIKIR dulu dengan MATANG, sampai mataaaaang kali pun dek. Jangan asal mau terima asumsi orangtua doang atau karena lihatin kita itu keren dari film korea, masa depan cerah, dihormati, pasti laris nikah sama siapa aja. Sampai ada nih ya quote dari seorang dokter luar, "Kalau kau nggak jatuh cinta beneran sama kedokteran, segera berhenti".

JADI DOKTER ITU SUSAH dek, susaaaaaaah kali pun. Profesi ini agak berbeda dengan profesi lainnya. Kita dituntut dalam segala hal harus perfect padahal dokter juga manusia dek... manusia kami ini. Contohnya aja kalau lagi sakit, pasti dibilang "dokter kok sakit sih? gimana mau ngobatin pasien?". Padahal ya sakitnya dari pasien sendiri juga; Kalau nggak ada uang pas jalan sama temen diluar FK, "Dokter kan duitnya banyak, masa hemat-hemat mau makan? kalian kan kaya-kaya".; Kalau ada orang terluka terus hasil bebatan perban kita nggak rapi, "Gimana sih? ngeperban aja nggak rapi. Mau jadi dokter apa ntar??"; Kalau ada keluarga/tetangga yang tanya kita tentang sesuatu penyakit atau obat dan kita lupa lalu akhirnya muka bego, bisa bayangin kan dapat hinaan yang gimana hahahaha. Itu semua nusuk sampai ke sumsum tulang belakang. Lo karena nggak tahu aja vroh gimana sulitnya jadi anak FK, batinku. Masyarakat nggak mau tahu, pokoknya dokter dimata mereka itu harus kayak google berjalan.

Kalau kamu berencana ambil kedokteran, harus NIAT dari dirimu sendiri dek, jangan karena di dorong-dorong orang lain. TOLONG, kalau nggak kamu bakal seperti aku, Hidup segan mati tak mau; Belajar iya tapi nilainya sampai tamat mungkin segitu-gitu (syukurnya aku masih ada TUHAN yang membuatku survive) Karena apa? karena awalnya bukan NIAT dari dalam diri sendiri dek. *but somehow i believe this gonna be beautiful* *hapus airmata yang ngalir kayak air terjun*

Lihat aja zaman sekarang ini, selain begitu banyaknya universitas yang buka jurusan FK dari sabang sampai merauke... menghasilkan banyak banget kan dokter-dokter yang cantik, pintar, ganteng dan masih muda tapi pada 'nyampah' alias nggak berguna banyak. Aku bukan ngejudge TS (teman sejawat) sendiri. Banyakan kami itu menumpang 'title' doang karena pada nyatanya banyak yang ambil gelar namun akhirnya beralih ke jurusan lain. Yap, selain karena paksaan/amanat orang tua/opung/atok/uwak, jurusan kami itu kebanyakan anak-anak orang kaya; such as ada yang anak dokter, direktur, gubernur, anggota DPR, pengusaha, kontraktor, jaksa dan lainnya. Hasilnya? kedokteran bukanlah lagi sesuatu yang mengagumkan bagi banyak orang namun sudah UMUM sekali. Asal ada uang, bisa dokterlah apalagi mereka yang udah punya garis keturunan dokter dari zaman nenek moyang. Makanya dikit-dikit pasti dokter.. dokter... dokter. Khususnya di perkotaan, tiap berapa meter jalan, pasti ada plang dokter. Sampai antar dokter udah saling bersaing ketat kayak ajang bisnis. Kualitas dan kuantitas tidak  lagi sebanding. Aku selalu bilang sama diri sendiri, nggak ada bedanya aku sama kambing yang dipakein jas dokter kalau otakku kosong. Kambing juga bisa jadi dokter kalau udah pake sneli. *gesekin lutut ke aspal* *beratbebanku*
Bayangin sejenak aja, hampir ribuan dokter ditamatkan setiap tahun di Indonesia, mau kemana semua itu? penyebaran mereka juga enggak merata. BUKTINYA, suku pedalaman masih tidak terjamah MEDIS. Kemanakah semua dokternya? ke jombang.


Dokter pada umumnya

Dokter............

Sulitnya menjadi seorang DOKTER :

1.Kedokteran itu Masalah NYAWA seseorang 
-- Nyawa itu tak terbayar dengan apapun. Jika karena satu kesalahanmu malas belajar, kau menyebabkan kematian atas hidup orang lain, merasa trauma dan gagal nggak? Belum lagi trauma, kamu BERDOSA di depan TUHAN! karena itu adalah tanggung jawab profesi kamu dihadapanNya! ditambah lagi kamu harus menghadapi tuntutan hukum dari keluarga si pasien, tuntutan dari rumah sakit tempat kamu bekerja, belum lagi hilangnya nama baik dan kesempatan bekerja di rumah sakit lainnya.... it's very horrible!
Mungkin iya kita bisa nyogok selama pendidikan, nilai kita bagus-bagus tapi kualitas kita akan terlihat saat menghadapi pasien. Banyak pulang ke rumah atau ramatullah? Kata House MD "Better to be a muder than misdiagnosis" atau "lebih baik jadi pembunuh daripada salah diagnosa". Dengan kata lain menjadi dokter berarti belajar seumur hidup. Riset, penelitian, pengalaman pribadi dan lainnya. Kalau bisa bantal kita juga dari susunan buku. Belum lagi ilmu kedokteran harus selalu update! So? Ngedate sama pacar?? Nongkrong? Party? Travelling? Buang dari dulu dari hidup kita selama pendidikan kalau beneran mau jadi dokter yang berguna. Indonesia memang nggak seketat luar negeri, disini FK masih banyak yang bisa happy... disana dokter udah jadi rangka dulu baru menikah saking belajar terus. Gak heran memang kenapa banyak pasien berobat keluar HAHAHAHAAHAHA.


2.Kedokteran itu masalah hati yang penuh KETULUSAN untuk melayani orang lain!
 -- Ketulusan itu harus terima kalau jasa kamu gak dibayar pakai UANG, harus terima jalan jauh demi menyelamatkan seorang pasien, harus terima ditempatkan di suatu tempat bahkan di luar peta sekalipun! Namanya juga kamu melayani, itu sesuatu hal yang tanpa PAMRIH. Tujuan kita menjadi dokter kan bukan cuma bergaya, mengobati pasien yang kaya atau berada di kota besar doang tapi siap bekerja mengobati sakit orang-orang yang membutuhkan, sekalipun dia termiskin dari yang miskin. Siap ditempatkan di daerah manapun, jangan malah ngurusin supaya bisa dapat di perkotaan. Siap 24 jam ditelepon dan hilang waktu tidur sampai mikir, "Kapan aku punya hidup sedikit aja untuk diriku sendiri???". *nelen ludah* Ingatlah, sumpah dokter.

3. Kedokteran itu harus berkarakter, cerdas dan rapi
-- Dokter itu harus cepat tanggap dan cepat berpikirnya. Penampilannya harus mencerminkan seorang dokter bahkan sejak kuliah lebih bagus lagi. Sampai orang kalau lihat kita karena ke kampus tuh rapi dikirain sales. Mau belajar dan terus melatih diri, baik dalam etika, moral, akademik agar menjadi yang terbaik. Calon Dokter identik dengan orang yang pintar, terpelajar, rajin, bersih. Citra seorang dokter yang pro harus bisa melekat erat padanya bahkan ada ya, dia tidak berpakaian sneli saja (Jas putih dokter) orang bisa tebak "ini pasti dokter atau anak kedokteran". 4S (Senyum, Sapa, Salam, Sentuh). Jadi kalau muka kita suka mutung jangan pilih jurusan dokter, arkeolog aja.

4.Kedokteran itu harus banyak UANG! Money for study
-- Kalau uang cuma pas-pas, saranku jangan nekat ambil jurusan ini! Udah sekolahnya lamaaaaaaaa dan panjaaaaaaang (kecuali kamu anaknya bermental gerilyawan). Pagi kuliah, malam kerja.. tapi aku rasa untuk FK nggak sempat kerja part time.. kalau kamu sempat? dewa. Apalagi buat kamu yang ingin masuk di swasta, begh! Mulai dari uang kuliah per/ semester yang tiap tahun ajaran semakin naik, uang pembangunan, buku ini ono, pergi baksos, uang sogok-sogok, uang saku kamu untuk jalan-jalan sama teman-teman yang HIGH CLASS, beli mobil, beli peralatan kedokteran, siapin aja deh minimal 500 juta lebih sampai kamu jadi seorang dokter muda (belum termasuk PPDS nya kalau kita lanjut spesialis) tapi ini tahun saya ya, 2010. Nggak tahu tahunnya kamu, mungkin  udah 1 milyar. -_-

5.Kedokteran itu sakit, makanya mental harus BAJA!
--Mental! Apalagi zaman koas! Kalau kamu disenggak dengan kekuatan volume suara mega bass konser ROCK, dilempar peralatan medis, dihina sampai dipermalukan di depan banyak orang khususnya pasien yang kita tangani, ditokok pakai stetoskop, MENANGISLAH tapi jangan ngadu enyak atau HAM! TAHANKAN!! Belum lagi dimarahin atau bahan pelampiasan mulai dari supervisor, konsulen, abang kakak ppds, perawat, pasien, keluarga pasien sampai cleaning service juga ikutan! dengan teriakan, "KOAAAAAAAS!!!". Belum lagi diberakin, dimuntahin dan dikencingin anak-anak kalau koas stase pediatri. Belum lagi ketemu pasien kulitnya meleleh + bau busuk, HIV/AIDS, ngamuk-ngamuk, yang nggak mandi-mandi sekali angkat ketek, nyamuk satu kecamatan kabur. Mau muntah? bah, gak boleh mentel-mentel jadi dokter. *batak kali*. Kamu juga nggak boleh takut sama MAYAT mau kayak apapun bentuk dan baunya yang semeriwing, harus berani jaga malam walau sendirian di rumah sakit ter-angker sekalipun dan siap ditempatkan di kota atau pedalaman dimanaaa sajaa. Ready? Dokter itu PENGABDIAN. *klise abis*

Sebenarnya nggak salah juga kenapa dokter-dokter Indonesia pada kelihatan "matre". Pertama, karena tuntutan sekolah kedokteran di Indonesia itu mahal banget khususnya swasta! Baru sampai gelar S,Ked doang udah kena sekitar 200-300 juta istilah balik kejar modal. Kedua, kalian tahu? kalau tamat S,Ked doang padahal S1 namun setara dengan tamatan SMA. Mau lanjut kemana pun, oohhh ra isoooo! harus lanjut koas/profesi dulu buat ambil gelar DOKTER nya. Ini juga lika-liku nya panjaaaaang banget! Belum uang per stase koas udah berapa, capeeeeeeknyaaaaa itu loh! jaga pagi, siang, sore, malam belum lagi kena bentak-makian, harus belajar terus! waktu tidur terkuras habis! Sebelum masa koas tidurlah seterusnya. #ajaran sesat.
Ketiga, selesai koas gimana? kita harus ikut ujian UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) atau ujian negara Nggak lulus ini jangan harap buka PRAKTEK dan UKMPPD ini jarang yang lulus! 3x nggak lulus? udah, buruan ngelamar jadi tukang cuci tetangga aja atau kalau lo modalan dikit buka laundry gocengan + delivery gratis!
Keempat, setelah lulus ini..kita tunggu 6 bulan lagi baru keluar STR (Surat Tanda Registrasi) dari Konsili Kedokteran Indonesia (KKI) baru bisa buka praktek! Lah? jadi 6 bulannya ngapain? mikirlah. Kalau coba ngelamar ke klinik? tanpa STR? bisa digari polisi dan denda ratusan juta kalau ketahuan. Kalau nggak, ya aman. Ga nekat? hahaha, kawinlah. Kelima, udah keluar STR kita wajib internship lagi 1 tahun. Siap ditempatkan di daerah manapun seluruh Indonesia. Denger kan berita banyak dokter yang gugur dalam pengabdian di daerah karena penyakit endemis daerah tersebut?
Keenam, udah jadi dokter nih.. dan mau memulai karir (diumur yang dimana temen-temen kita udah punya anak 11, kita masih baru mau mulai karir atau sekolah spesialis!) setiap beberapa tahun sekali pemerintah akan meminta point-point (STR) yang kamu kumpulkan melalui rajin mengikuti SEMINAR untuk dapat memperpanjang STR kamu dan ini duit men! duit. Sekali seminar bisa 500 ribu-an, belum hotel, pesawat,dll.
Ketujuh, ini masih dokter umum yang tidak berguna banyak selain merujuk ke spesialis aja atau setara BIDAN dan PERAWAT padahal enggak!! Sakit???

6. Dokter itu nggak KAYA
-- Jangan pikir kalau dokter itu semua kaya-kaya apalagi di negeri ini, luar negeri mah kayaknya rata-rata kaya. Gaji aja bedanya udah antara langit dengan bumi. Disana dokter sejahtera dan diproteksi negara. Sekolah spesialis aja dibayarin negara! Ga heran kenapa anak FK nya berjuang mati-matian buat belajar. Di negeri ini? kita yang bayar negara buat spesialis, udah spesialis uangnya nggak seberapa, gajinya nggak jelas. Kaya banget kan sebenarnya orangtuanya dokter-dokter Indonesia? Dua jenis aja itu dokter yang kaya;
1. KERJA KERAS dan JUJUR atau
2.LICIK.
Berusaha keras, dialah orang yang gigih. Dia masuk ke banyak rumah sakit, melamar jadi dosen, buka praktek pribadi dan punya usaha bisnis sampingan. Nah, kalau Licik ini... udah tahu kan gimana? sakitnya sakit kepala tapi yang dioperasi usus buntu.

Keuntungan jadi anak FK atau Dokter ada juga, check disini :
Keuntungan jadi mahasiswa FK atau Dokter

Semua profesi itu memang baik, tapi akan lebih BAIK jika kamu memang melakukannya kemauan dari dalam diri sendiri apalagi berhubungan dengan hobi kamu. Kalau kamu suka pasti apapun jadi indah kok. karena tidak ada hal yang berakhir indah jika dilakukan dengan keterpaksaan :).
Pesanku untuk seluruh anak SMA yang ingin menjadi calon dokter Indonesia, pikirin lagi... kami nggak sekeren film korea itu. Beneran, itu film..! ini Indonesia. Berdoalah supaya tenaga medis Indonesia bisa sejahtera. Ntar rasain sendiri gimana perihnya hahaha. Udah ngerti kan kenapa anak-anak kedokteran itu stress? tapi harus tetap berpenampilan profesional?

MASIH BERMINAT??????
Yeremia 17:7
"Diberkatilah orang-orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN".


rachelsitumorang©copyright.mac.2011.chelzcoentertaiment.UDD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar