Sabtu, 11 Agustus 2012

Mata yang tertuju pada Tuhan

Kita mungkin sering mengalami yang namanya sakit hati. Bukan hanya masalah patah hati karena cinta namun juga karena sikap atau perkataan orang-orang di sekitar kita. Ya, apa mungkin kita bisa melarang agar tidak berkata miring tentang kita? Nanti kalau kita larang, jadinya malah perang;

case 1: Mrs. X yang selalu digosipin sama teman sebelah mejanya Mrs. Y karena sering nggak datang ngampus.
"Eh, kamu nggak bisa diam? berisik banget sih! Nggak usah ikut campur masalah orang! kurang kerjaan banget!". 
"Yeee, suka-suka aku dong! mulut-mulutku kok!".
"Eh nyolot banget! xxxxxxxx@#@(*@&&^

Apa coba urusan Y? Yang bayar kuliah X juga bukan emaknya dia. X di DO juga nggak akan buat malu keluarganya Y kan?

case 2: Mr. X si tampan maut sedang berjalan bersama ceweknya di lapangan kampus lalu beberapa gerombolan cewek duduk di pinggir lapangan. (biasa, cewek memang gini! #%$@!%@!)
"Eh, lihat deh. Dia itu playboy abis! udah gandeng pacar baru aja! Emang ya wajah ganteng ini suka ngobral! malas gw lihatnya".
"Iyaa... lihat aja! paling ntar cuma bertahan sebulan!". 
"%^@^&@!&*@*" 

Kasihan ya, udah ganteng maut juga malah makin banyak gosip. Apalagi berwajah kurang beruntung?! Lagian kalau malas lihat kenapa HARUS DIOMONGIIIIIN, WOY!

case 3: Mrs. Z ini seorang yang religius dan banyak gosip miring bahkan terlalu miring menerpanya.
"Ih, itu kan si Z! nggak dimana-mana statusnya terusssssssssss tentang Tuhan! kayak dia ajaloh yang punya Tuhan itu!".
"Iya, biasa aja deh hidup ini. Lebai banget! cuma dia aja kayaknya yang ke Surga ntar".
"&*@&*!@()#)".

YA AMPUN, APA SIH SALAHNYA ORANG RELIGIUS?!

dan masih banyaaaaaak lagi.

Mungkin kita berpikir, "Tuhan, kenapa Engkau izinkan orang-orang ini berkata seperti itu tentang aku?". Ingatlah, Tuhan selalu punya caraNya sendiri. Mungkin Tuhan 'sengaja' atau lebih pas lagi 'terpaksa' memakai perkataan/sikap mereka untuk membuatmu semakin dekat sama Tuhan. Coba check diri, apa kamu sudah jauh dari Tuhan akhir-akhir ini? atau sudah terlalu jauh bahkan lupa alamat gereja sendiri dimana? :P. Orang boleh mereka-rekakan yang buruk tapi Tuhan selalu mengubahnya menjadi kebaikan.

Ya sudahlah, dalam kasus gini pepatah "diam itu emas" emang OK banget! :) tapi bukan didiamkan. Didiamkan itu sama dengan BOM waktu; kelihatanya kita cuek aja tapi sebenarnya dalam hati terluka lebaar! yang dimaksud itu diam diluar, berdoa di dalam. sibh!! --- keep calm and pray.

Amsal bilang orang yang diam itu orang yang berkepala dingin dan berpengertian bahkan yang bodoh (bebal) aja kalau diam mulu disangkain bijak juga. Mau sebaik apapun seseorang pasti nggak bisa lari dari yang namanya komentar negatif. Jadikan saja sebagai batu asah kita, sakitlah memang. Pisau karena nggak punya mulut aja, kalau nggak dia teriak juga, "sakit woyy digesek-gesek!". padahal biar pisaunya TAJAM. kan? nggak usah jauh-jauh, Tuhan YESUS sendiri aja sampai detik ini masih banyak yang menghujat padahal Ia sudah mengorbankan diriNya sebagai lambang kasih yang begitu besar untuk semua orang, itupun tidak dihiraukan. 

Intinya, manusia emang lebih senang cari celah orang lain daripada turut simpati sama kesuksesannya, kebaikannya atau apapun itu. Mungkin kelemahannya cuma 2 dan kelebihannya ada 8 tapi gara-gara perkataan orang tentang yang 2 ini doang, seseorang bisa hancur hidupnya dan melupakan kelebihannya yang 8 tadi. Jadi saudara-saudara ingatlah, mulut itu tajam. ----Nobody's perfect. 
Yang sering di 'hancurin' boleh loh ngomong sama mereka gini dgn hati yang tulus, "Makasih ya X :), mungkin kamu emang udah sempurna banget jadi aku harus belajar banyak dari kamu". WHOOHOOO! tembakan jitu!

Jangan biarkan kita HANCUR karena sikap atau perkataan orang lain. Kita rugi sendiri, teman :).  KITA YANG RUGI. 


Karena itu, kita cuma punya satu penangkalnya yaitu Firman Tuhan. "Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!" (Mazmur 141:8). 

Kalau kita arahkan mata, telinga dan hati kita sama Tuhan, pasti kita terhindar dari yang namanya jebakan sakit hati. patah hati, tersinggung, dendam dll yang ujungnya bisa berakibat fatal untuk diri sendiri dan orang sekitar. Ps. Gilbert Lumoindong bilang, "Kita hidup bukan ditentukan oleh mulut orang lain tapi dari setiap perkataanNya Tuhan". Benaaar banget! Orang kalau sudah arahkan hidupnya ke Tuhan mau dicaci gimanaaapun pasti tetap enjoy aja! ya, meskipun dalam hati agak gimana juga bahkan bukan nggak mungkin tidak mencucurkan airmata... pastilah! Coba aja ya, rasanya kamu itu udah menjalani hidupmu sebaaaik yang kamu bisa, eh tapi tetap aja disindir, dijatuhin, dikasarin dengan perkataan tajam, sekuat apapun seseorang pasti ada saatnya dia jenuh dan menangis. Bedanya, dia memang menangis dan mungkin tersedu tapi dia larinya ke Tuhan dan belajar mengampuni serta memberkati orang tersebut. Mungkin seperti ini :

(posisi sujud) "Tuhan.... (hiks...hiks) terima kasih....(hiks..hiks) biarlah perkataannya itu (hiks) bukan kupandang sebagai kutuk melainkan berkat atasku (hiks....jeda) aku mengampuni dia Tuhan dan melepaskan berkat atasnya. Ampunilah dia sbab dia tidak tahu apa yang diperbuatnya padaku (hiksh....... huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa) #berguling-guling.

So guys, jaminan hidup dengan wajah + sayap malaikat nggak jaminan terhindar dari celaan orang lain. Apalagi hidup dengan wajah serigala + bertanduk. Jalani sajalah hidup ini seperti kehendakNya Tuhan dan jangan beri telingamu untuk dirusak oleh celaan orang lain. Ada pepatah bilang, "Kalau kamu sukses berarti kamu menambah musuh tapi kalau kamu pengangguran kamu punya banyaaaak temaaan". Buset ya? Pilih yang mana? Sukses dong. Disini banyak teman bukan seperti quotes yang bilang, "disaat gagal lah kamu bisa temukan teman sejati". Oh no, ini beda cerita. Mereka yang disini bukan teman sejati tapi teman se-iri. Mereka senang kamu gagal supaya kamu sama dengan mereka. 

Pandanglah hanya pada TUHAN :) karena cuma Tuhan yang mampu melihat hal-hal yang baik dari apapun itu meskipun hanya seekor anjing mati. Tuhan bahkan tetap bisa memuji , "Bahkan mutiara pun tak bisa seputih dari barisan gigi-gigi anjing itu". Kita pastilah lebih dari hmmm itu... hahaha. Kalau anjing mati aja tetap ada nilai baiknya apalagi kita kan? :). Kita ini berharga bahkan mulia di hadapanNya---- jelas dong ciptaan Tuhan sendiri masa dibuang? So, cuma Yesus yang bisa melihat kebaikan-kebaikan kita bahkan kebaikan yang masih tersembunyi dalam hati kita yang belum berani kita ekspresikan. ---ibarat berlian dalam lumpur kelam. Orang cuma bisa melihat apa yang kita lakukan tanpa mengetahui apa yang sebenarnya kita  sudah lalui. --- u know my name but not my story so shut up!

Contoh lagi : seorang perempuan berkisar 20 tahunan menggendong seorang anak di swalayan sambil memberli sekotak susu. Ibu yang mengantri dibelakangnya berpikiran, "Ih? Ini anak kok masih muda banget tapi udah gendong anak? pasti perempuan nggak bener nih!". Ya ampun, bisa aja itu anak kakaknya dia kan? atau bisa aja dia itu diperkosa dan dibuang gitu aja sehingga dia harus besarin anak itu seorang diri? Tapi Yesus akan memandang perempuan ini dan berkata, "hatinya itu indah, meskipun kepahitan yang dialaminya begitu pahit, dia tetap mau membesarkan anak itu tanpa berniat mengugurkannya".


Pesan : buat kita semua pasti pernah yang namanya tanpa sengaja atau memang sengaja menyakiti orang lain, mulai sekarang belajar berhenti. Selalu posisikan ke diri kita setiap kali mau melakukan sesuatu jadi nggak seenak kita aja. Bayangkan kalau 'orang' yang kita sakiti itu kita sendiri. Perbuatlah apa yang orang ingin perbuat bagimu.

Buat orang yang selalu kena, hindari untuk membalasnya karena dengan membalas nggak membuat kita beda dengan 'mereka-mereka' itu. Tujukan pandanganmu pada Tuhan karena Tuhan selalu dapat melihat hal-hal yang baik pada dirimu, menilai semua usaha-usahamu meski sekecial apapun itu ketika seorang pun tidak dapat :). Tuhan mengasihimu.

Kita tidak bisa menghalangi orang lain untuk mengatakan 
hal-hal negatif tentang kita, tetapi kita bisa memilih untuk 
tidak terpengaruh.

Orang positif selalu berpikir dua sisi; positif atau negatifnya. Baik tentang dirinya maupun orang lain tapi yang namanya orang negatif mau gimanapun bagusnya sesuatu/ seseorang tetap saja negatif.

rachelsitumorang©copyright.mac.2012.chelzcoentertaiment.UDD

Tuhan memberkati :)

1 komentar: