Rabu, 08 Agustus 2012

OSCE, done!


Beberapa waktu yang lalu, aku pernah bilang sama Tuhan mengingat gimana aku ini, "Tuhan, kalau aku udah nggak bisa juga lulus semua dari ujian praktek ini, aku memang gak layak jadi dokter, jadi dukun beranak  missionaris ajalah". Seusai doa, aku tetap nyantai! it's my style! hahaha. Ya, kalau nggak dibawa santai dan dinikmati gimana lagi? padahal, sebenarnya aku ngerasa kayak lagi gendongin gunung bromo di dada! Yah, aku berusaha keras hafal sebaik mungkin, praktek di rumah kebetulan klinik, praise Lord! Makasih mbak ponise udah jadi korban infus! hahaha. Terus cari-cari tahu informasi dari kakak-kakak senior, mendengar pengalaman orang dan tidak banyak mengeluh seperti kebanyakan status bbm yang kubaca. Aku memang lebih suka praktek daripada teori. Aku mau membuktikan ke orangtua kalau praktek aku harus bisa LULUS semua, walaupun ujian akhir blok naas nilainya. Ntar kalau udah jadi dokter yang penting hati dan nilai di mata masyarakat bukan nilai di atas kertas saja. #bela diri.

Tunggu, kalian tahu apa OSCE? OSCE itu Objective Structure Clinical Examination. Definisi kasarnya, OSCE itu adalah ujian skill lab. Jadi, practical session skills lab yang dipelajari selama 1 semester (kampusku sih per 4 semester) minimal 12 stase akan diujikan. Biasanya tiap skill diuji dalam waktu 8 menit/stase dan di hadapan seorang dokter penguji yang ahli. Buat kampusku, yang nggak lulus bayar 40 ribu/ stase. Sedikit? Iya, dikali 10, 400 ribu juga!

Setiap 8 menit bel akan berbunyi dan peserta harus pindah ruangan untuk menjalani ujian skill selanjutnya. Penilaiannya sesuai dengan check list yang tersedia. Check list tersebut isinya prosedur tindakan medis. Kalau ada list yang gag di lakukan diberi nilai 0, kalau dilakukan tapi kurang sempurna nilainya 1, kalau dilakukan dengan sangat mulus nilainya 2. Kemudian diakumulasi dan dimasukan dalam formulasi penilaian. Intinya OSCE itu sejenis ujian buat mahasiswa kedokteran. Para peserta bakal menghadapi kasus dengan seorang pasien (pasiennya orang sehat) dan mempraktikkan ilmunya, jadi selayak dokter beneran.

Ini memang OSCE yang pertama semenjak masuk Kedokteran, makanya se-stambukku pada heboh. Buatku, OSCE itu selain gendong gunung bromo di dada, rasanya kayak ditenggelamin ke dalam danau es! megap! Aku aja udah ngomong sendiri dimana-mana. Di becak mau pergi ke kampus ngomong sendiri, di kamar mandi ngomong sama kloset, di tempat tidur ngomong sama guling, lagi makan, lagi masak, lagi doa bahkan kebawa-bawa mimpii! buset! OSCE emang gila. Mungkin orang luar yang melihatku waktu ngomong sendiri cuma ngelus dada, "kasihan ya". 1 minggu sebelum hari H aku memang berserah total sama Tuhan, apapun yang terjadi aku hanya mengandalkan Dia saja. i know my ability and it's nothing.

#mataku lagi gatal waktu menulis ini.

Aaaaa tapi akhirnya hari ini aku diberi kabar! senang bangeet! OSCE perdanaku LULUS! Praise Lord! All glory to GOD!! Apa yang tidak pernah terpikirkan memang selalu Tuhan sediakan bagi orang yang mengasihi-Nya, ada amin? :D. Dia memang Bapa yang sangat teramat baik. Terima kasih buat hari ini Tuhanku. ----ya ampun, akhirnya aku merasa agak layak mengantungkan stetoskop di leherku ........ :"""""). 


Sekarang, rasanya kayak menangin Grammy Awards! Mungkin bagi yang pintar ya biasa tapi buatku ini luar biasa. All glory to GOD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar