Minggu, 26 Agustus 2012

YOU know better than us, Lord

Jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam Surga (Mat 6:10)

Modal berdoa, "Tuhan, kalau memang dia untukku buatlah kami saling menyanyangi. Jika tidak jadikanlah kami sahabat dalam kasihMu". tidak bisa menjamin Tuhan selalu setuju dengan doa begini ternyata. Tuhan tidak pernah membatasi cinta, Dia adalah Sumbernya. Seperti aku dulu ketika menyayangi orang lain, doa gini kadang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Yang ada aku makin cinta tapi kami malah semakin jauh. TUHAN tetap Tuhan dengan segala perencanaanNya yang sempurna.

Ada dua orang pembeli datang ke sebuah toko mas dan berlian langganannya. Dia mempunyai banyak uang di dompetnya, sudah menabung begitu lama dan hendak membeli berlian apa saja yang terbaik mutunya. Ia pun melihat-lihat etalase toko itu sampai matanya tertuju pada satu kalung berlian. 
"Saya mau itu, pak...". ujar ibu muda ini. Si pemilik toko pun mengeluarkan kalung berlian yang indah lalu memberikannya pada ibu muda itu. 
"Wah? cantik sekali ya...". Ibu itu mengagumi kalung berlian itu saat melingkar di lehernya. Si pembeli satu lagi berkata, "Iya bu, cantik sekali ibu pakai. cocok banget". ujarnya dengan sumringah.
Si pemilik toko hanya tersenyum lalu berkata, "Ibu, saya punya yang jauh lebih baik lagi. Ibu mau?".
"Oh ya? boleh saya melihatnya??".
"Tapi bu barangnya harus pesan dahulu. Ini bukan sembarang berlian tapi limited edition. Saya yakin ibu pasti suka. Saya kan tahu banget selera ibu".
"Wah?? lama gak pak kira-kira?".
"Iya bu, saya nggak bisa pastikan kapan. Mungkin 3 bulan lagi tapi percayalah ibu takkan menyesal membelinya. Daripada ibu membeli ini sekarang mending ditabung lagi untuk beli yang terbaiknya".
Si Ibu muda ini berpikir panjang, dia memang sudah lama menabung untuk membeli berlian yang dia idam-idamkan. Tentulah ia berpikir sekali beli berlian harus yang terbaik walaupun harus menunggu lebih lama lagi. Ia terus berpikir sambil memegangi kalung berlian yang dipakainya.
"Bapak tidak punya juga ya gambaran berliannya seperti apa? biar saya tahu bandingkannya?".
"Tidak ada disini buk. Saya sudah kasih sama pembuatnya langsung. Percaya deh buk, nggak akan menyesal belinya...".
Si pembeli satu lagi bilang, "Ibu bimbang ya? kalau nggak beli aja yang sekarang ini bu kalau memang ibu demen... ntar kalau sudah datang yang baru, jual lagi. Tukar tambah gituu..".
"Iya bu, saya juga nggak memaksa. Ini juga cantik kok ibu pakai. Kalau mau yang ini juga tidak apa-apa. Saya cuma kasih pilihan saja". :)
Si ibu diam lagi berpikir, "Kok jadi runyam ya? Tapi aku udah suka banget sama kalung ini. Beli atau tunggu lagi ya????". batinnya. Ia pun memandangi sekali lagi kalung berlian yang sudah sempat dipakainya, dia pandangi lagi... lagi dan lagi. Akhirnya si ibu muda ini melepaskannya. "Ya udah deh pak, saya mau tunggu yang paling baik itu saja. Sayang uangnya yang ditabung kalau harus beli dua kali. Mending tabung lagi dan saya puas dengan hasilnya".
"Oke". si penjual tersenyum lebar. "Saya tidak akan mengecewakan ibu".

Itu adalah Ilustrasi kisahnya. Si penjual berlian adalah TUHAN, kita berdua adalah di si pembeli dan kalung itu adalah cintanya. 


We love YOU more than we love each other.
we love YOU because You're the One that we love the MOST.

Kita seperti bunga di ujung tebing
 yang hanya bisa saling memandangi
menanti seseorang yang berani memanjat untuk memetik


Kini aku takkan meminta atau mencoba meyakinkanmu
Pergilah dalam terang dan sejuknya pagi ini
karena hujan sudah berlalu dalam malam
Berlarilah dalam tujuan dan hasratmu untuk menyenangkanNya
Walau hatiku dan jiwaku sedih lenyap melihatmu tak bisa ku genggam
Tapi aku turut bahagia jikalau kau menyenangkanNya

Kita harus taat pada pemilik aku dan kau

"I love you because i know God send u for me. always Trust His heart, dear
Tuhan memberkatimu selalu". said him.

~~~

Tuhan Menyertaimu selalu
Bersinarlah untuk kemulian namaNya

Palu-Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar