Jumat, 10 Juli 2015

My Journey with GOD


Aku sudah berjalan bersama Tuhan selama 4 tahun sejak april 2011 yang disebut “born again” atau lahir baru. Aku akan berbagi pengalaman pribadiku berjalan bersama dengan Dia. Allah kita Allah yang hidup dan nyata. Dia bukan seperti patung sesembahan yang tidak bisa bicara, membaui, mendengar atau berjalan. Dia tidak diam dalam rumah, kuil atau apapun.. Dia Allah yang bersemayam di atas segala langit. Seluruh bumi adalah buatan tanganNya tapi bukan Allah yang jauh! Dia bahkan lebih dekat dari baju yang kita pakai. Dia ada di dalam kita yang mengasihi dan percaya padaNya. Tiada kata yang dapat melukiskan indahnya Tuhanku.
Semakin aku mengenal Tuhan Yesus, semakin aku mengenal diriku sendiri bahwa aku ini kecil dan Dia Terbesar, im nothing but He’s above everything. Dia Bapa yang sangat sangat teramat baik, tidak ada kecurangan sedikitpun padaNya. Setiap hari aku gagal, gagal, gagal..lagi dan lagi…tapi Kasih setia Tuhan tidak pernah gagal memulihkanku dan memperbaharuiku.
Setiap hari ada yang baru dibuatNya..setiap hari aku diperlihatkan bahkan mengecap semua kebaikanNya dan kasih setiaNya. Kenikmatan makanan yang dia sediakan olehNya, keindahan alam, hubungan dengan sesama bahkan hal-hal terkecil padaku pun Tuhan pedulikan. Apa hal yang malu siapapun untuk kuceritakan pada orang bahkan ibuku sendiri atau hal yang kupikir tidak ada artinya… Tuhan tahu dan mau menolongku! Dia sungguh-sungguh Allah yang peduli dan mau mendengarkan kita. Kau akan tahu dan mengerti apa rasanya dicintai dan dipeduilikan dengan sempurna tanpa rasa takut dikhianati atau dilukai. Pribadi yang selalu membuka tanganNya sekalipun kita melakukan dosa.. disaat kita tahu kita benaran tidak layak datang bahkan menatapNya eh malahan Ia yang datang dan memeluk kita dan mengatakan, “AKU MENGASIHIMU”. (Penglihatan ketika berdoa). Coba bayangin. Hati kita apa nggak gregetan! Apa nggak nangis coba! Siapa yang bisa tahan?! Itulah hal yang selalu buat aku tidak tahan berbuat yang Dia tidak sukai. PenerimaanNya atas kita itu sempurna sekalipun kita sama sekali tidak pantas. Disitulah aku mengenal bahwa Dia Bapa yang sungguh-sungguh amat lembut. Sangaaaat lemah lembut. Aku tidak pernah mendengar suara siapapun di bumi ini selembut dan setulus itu.
Setiap kali Bapa berbicara, kayaknya melodinya cinta semua tapi jangan salah juga, Allah itu juga sangat adil. Dia itu sangaaaaaaaat baik tapi juga sangaaaaaaat adil! Dia Gembala Agung yang memegang tongkat dan gada. Tongkat buat mengatur, membimbing dan menarik kita kepadaNya tapi gada juga ada untuk getok kita kalau kita susah dibilangin! Haha! Aku juga sering mengalami hajaranNya tapi bukan karena Dia jahat dan buat kita celaka.. sekalipun aku dihajar tidak pernah dibuatNya hatiku terluka. Aku tidak kepahitan atau malah kecewa.. dalam hajaranNya pun yang kurasakan adalah kasihNya. Aku malah jadi cepat berbalik dan minta ampun kalau udah salah.. nyadar diri sendiri siapa dan Dia siapa. Aku sadar diri, udah ikut Tuhan tapi tetap ada beberapa sifatku yang jelek dan aku tahu Bapa nggak suka. Yang kualami, Bapa itu pernah marah dan kecewa karena beberapa perbuatanku. Dia berbicara tetap dengan lembut walaupun aku bisa ngerti, Dia itu marah dan tidka suka. Gak pernah Tuhan itu kasar! Sekalipun yang kita lakukan itu sangat melukaiNya, Dia tetap lembut tapi pernah Bapa sampai diam dan tidak menjawabku beberapa waktu dan kau tahu, itu rasanya mau mati…mau mati! Akhirnya aku ngerti kenapa Daud pernah menuliskan bagaimana ngerinya saat dia pernah jauh dengan hadirat Tuhan. Turun ke dunia orang matipun rasanya tak ada gunanya. Benar-benar mengerikan. Sampai keluar satu ayat di mazmur Daud yang bilang, “Tuhan ambil semua yang ada padaku tapi jangan pernah ambil Roh-Mu!”. Siapa tidak tahu Daud?! Raja terbesar dan terbaik di Israel! Kekayaanya? Wah jangan ditanya! Istri banyak, harta melimpah, anak-anak banyak, status raja yang sangat disegani, pokoknya nggak ada yang kurang deh menurut ukuran manusia buat seorang Daud tapi bahkan Daud saja berkata, “Ambil semua yang ada padaku tapi jangan pernah ambil Roh-Mu!”. Daud sangat paham betapa berharganya hubungannya dengan Tuhan Allahnya dibandingkan semua yang ada padanya.
Sekali lagi, kebaikan TUHANlah yang selalu membuatku jatuh hati dan terpesona. Grace..itulah yang membuat kita nggak bisa betah lagi dalam perbuatan dosa, membuat kita sangat segan dan hormat. Jadi dalam kehidupan sehari-hari, ada yang membuat emosi naik…kadang sampai terlepas..nggak bisa tahan lama-lama. Malu sama Tuhan. Kalau ada yang jengkelin hati, niat mau membalas.. eh tiba-tiba Roh Kudus langsung ingatin, “jangan” atau diingatkan Firman Tuhan yang membuat kita sadar lagi bahwa itu tidak berkenan.
Kalau pas doa dan dikaruniakan penglihatan, wajah Tuhan Yesus itu sangaaaaat lembut. Aku tidak bisa melihat secara jelas memang tapi aku bisa ngerti Bapa itu lagi senyum.. anak-anak Tuhan yang pernah disenyumin sama Dia, pasti tahu gimana indahnya… senyuman artis paling kece di dunia juga lewat! KasihNya terpancar dari apapun yang Dia lakukan. Bisa ngerti kan kenapa banyak orang di gereja itu belum lagi duduk, bisa berkaca-kaca matanya bahkan nangis! Hadirat Tuhan itu membuat bergetar dari ujung kepala sampai ujung kaki. Hati itu kayak remuk, airmata keluar dengan sendirinya tanpa henti…aku sendiri bingung terkadang, kenapa aku ya? Kok sepertinya ada sesuatu yang desperate sekali dengan Tuhan. Tuhan Yesus itu Allah yang sangat nyata! Kedahsyatan Tuhan itu justru terlihat saat Dia nggak kelihatan secara mata jasmani tapi ketika kita berseru dalam namaNya terjadi sesuatu yang sangat ajaib! Bukankah penyertaan yang invisible secara fisik lebih amazing? Menyadari ada Satu-satunya Pribadi yang empunya langit dan bumi berjalan bersama kita setiap waktu?
Masih sangat banyak perjalananku bersama Tuhan, ini masih 4 tahun. Aku masih punya banyak tahun-tahun untuk mengalami pertualangan dan perjalanan bersamaNya. Hujan badai atau laut bergelora akan tetap kujalani karena kutahu Allahku ada bersamaku senantiasa. Sekalipun gunung-gunung dan bukit-bukit beranjak namun kasih setiaNya tetap bersamaku sampai akhirnya Dia segera datang unuk menjemputku dan kamu! 
Allah Bapa yang melakukan beribu kebaikan dan pertolongan dalam hidupku juga Allah yang sama yang selalu berjalan bersamamu. Hiduplah di dalamNya :)

Sekalipun daging dan hatiku habis lenyap, Gunung Batu dan Bagianku tetaplah Allah selama-lamanya!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar